Dunia pendidikan vokasi saat ini tidak lagi hanya ditargetkan untuk mencetak pekerja pabrik atau staf administrasi, melainkan telah bergeser menjadi tempat lahirnya para inovator muda di bidang teknologi. Menyadari perubahan paradigma ini, kolaborasi antara SMK IT Darul Hidayah & G2G hadir melalui program Pengembangan Ekosistem Startup Sekolah. Inisiatif ini dirancang untuk mengubah pola pikir siswa dari sekadar mencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui pemanfaatan teknologi informasi. Melalui sinergi antarpemerintah (Government-to-Government), institusi ini bertransformasi menjadi pusat inkubasi bisnis digital yang kompetitif dan relevan dengan tren industri global tahun 2026.
Langkah awal dalam membangun ekosistem ini dimulai dengan pengenalan kurikulum kewirausahaan teknologi atau technopreneurship sejak kelas X. Siswa di SMK IT Darul Hidayah tidak hanya diajarkan cara menulis kode (coding), tetapi juga cara melakukan riset pasar, merancang antarmuka pengguna (UI/UX) yang ramah, hingga menyusun proposal bisnis yang layak di hadapan investor. Melalui jalur G2G, sekolah mendapatkan dukungan berupa akses ke jaringan mentor dari kalangan profesional di kementerian komunikasi dan pakar teknologi mancanegara. Hal ini memastikan bahwa inovasi yang lahir dari tangan siswa bukan sekadar tugas akhir, melainkan solusi nyata atas permasalahan yang ada di masyarakat.
Keunggulan dari program startup sekolah ini adalah tersedianya ruang kerja bersama (coworking space) dan laboratorium pengembangan produk yang didanai oleh pemerintah. Sinergi G2G memungkinkan adanya bantuan infrastruktur berupa server berspesifikasi tinggi dan akses internet super cepat yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi berbasis data besar (big data) dan kecerdasan buatan (AI). Di dalam inkubator ini, siswa dikelompokkan menjadi tim-tim kecil yang bertindak layaknya perusahaan rintisan profesional. Mereka belajar mengenai pembagian peran, mulai dari pemimpin proyek (CEO), pengembang teknis (CTO), hingga bagian pemasaran (CMO), yang memberikan pengalaman kerja tim yang sesungguhnya.
Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai target ekonomi digital tahun 2026, diperlukan ribuan talenta baru yang berani berinovasi. Melalui kolaborasi dengan kementerian perdagangan dan kementerian perindustrian, lulusan dari Darul Hidayah diberikan kemudahan dalam pengurusan legalitas badan usaha dan hak kekayaan intelektual (HAKI) atas aplikasi yang mereka buat. Dukungan G2G juga memfasilitasi program pitching day, di mana siswa dapat mempresentasikan karya mereka di hadapan pemodal ventura (venture capital) yang dikurasi oleh pemerintah. Ini adalah jalur nyata bagi siswa sekolah menengah untuk masuk ke dalam ekosistem bisnis global yang bernilai tinggi.