Menjaga kebugaran jasmani merupakan bagian integral dari ajaran spiritual yang sering kali terlupakan di tengah kesibukan akademik yang padat. Bagi para siswa di SMK IT Darul Hidayah, kesehatan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai bentuk amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta. Dengan menggabungkan ilmu kesehatan modern dan tuntunan spiritual, sekolah ini menerapkan berbagai Tips Hidup Sehat Pelajar yang sangat relevan untuk dipraktikkan oleh generasi muda saat ini. Kesadaran ini bermula dari pemahaman bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah, sehingga menjaga stamina adalah bagian dari ibadah harian mereka di lingkungan pendidikan kejuruan yang berbasis teknologi informasi.
Salah satu pilar utama yang diterapkan adalah pengaturan pola makan yang tidak berlebihan. Para siswa diajarkan untuk berhenti makan sebelum kenyang, sesuai dengan anjuran yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Di kantin sekolah, edukasi mengenai makanan yang halalan thayyiban (halal dan baik) menjadi standar utama. Artinya, makanan tidak hanya harus suci secara hukum, tetapi juga memiliki kualitas gizi yang tinggi dan bebas dari bahan kimia berbahaya. Pelajar Muslim di sekolah ini didorong untuk mengonsumsi air putih dalam posisi duduk dan menggunakan tangan kanan, sebuah kebiasaan kecil yang memiliki dampak besar pada sistem pencernaan dan ketenangan batin. Dengan asupan yang terjaga, fokus siswa dalam mempelajari algoritma dan bahasa pemrograman menjadi jauh lebih tajam.
Selain nutrisi, aspek kebersihan diri juga menjadi fokus yang sangat detail di SMK IT Darul Hidayah. Praktik berwudu yang dilakukan berkala setiap akan menunaikan salat menjadi sarana alami untuk menjaga kebersihan kulit dan kesegaran wajah. Secara medis, membasuh anggota tubuh dengan air bersih secara rutin dapat melancarkan aliran darah dan memberikan efek relaksasi pada saraf-saraf yang tegang setelah belajar di depan layar komputer. Kebiasaan menjaga kesucian ini menciptakan lingkungan sekolah yang higienis secara alami. Siswa belajar bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, sehingga membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kerapihan kelas dilakukan dengan kesadaran hati yang tulus tanpa perlu pengawasan ketat dari guru piket.